Arsip Kategori: Masail Diniyah

Bahtsul Masail 12 PCNU Karawang, September 2013

Bahtsul Masail Diniyyah PCNU Kabupaten Karawang ke-12 yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 23 Dzulqa’dah 1434 H/28 September 2013 bertempat di Aula Kantor PCNU Karawang.

Beberapa masalah yang dibahas adalah :

  1. Banyak terjadi dikalangan Perempuan yang menggunakan KB ( Keluarga Berencana ), yang berakibat Haed ( Menstruasi ) nya  tidak teratur. Misal, tanggal 1 s/d tanggal 7 keluar darah haed. Tanggal 10 suci. Tanggal 12 keluar haed lagi sampai dengan tanggal 17. Padahal kalau dihitung dari tanggal 1 s/d tanggal 17 darah yang keluar belum terhitung 120 menit / sehari semalam. Sejauh mana pengertian masa haed ? Apakah masa suci tanggal 10 dan tanggal 16 dan 17 itu terhitung masa haed ?
  2. Pada hari raya Qurban banyak orang yang nabung uang untuk beli hewan Qurban , Apakah hal itu termasuk Qurban Nadzar atau tidak ?

Tinggalkan komentar

Filed under Bahtsul Masail, Berita, Info, Kabupaten Karawang, Masail Diniyah, NU, PCNU Karawang

Halal Bihalal dan Bahtsul Masail 11 PCNU Karawang, Agustus 2013

Setelah libur/tidak menyelenggarakan acara Bahtsul Masail pada bulan Juli 2013 karena Ramadlan, PCNU Karawang menggelar Bahtsul Masail ke-11 sekaligus Halal Bihalal pada hari Sabtu, 24 Syawal 1434 H/31 Agustus 2013 bertempat di Kediaman Ketua PCNU, Bapak H. Akhmad Marjuki.

Selain segenap jajaran pengurus cabang, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU dari 30 Kecamatan se-Kabupaten Karawang serta beberapa pengurus ranting NU dan jama’ah Nahdliyin.

Pada hari itu juga dilaksanakan penarikan sementara sepeda motor kendaraan operasional untuk keperluan pembayaran pajak kendaraan bermotor, labelisasi ulang dan pengecekan fisik kendaraan yang kemudian akan kembali diserahkan ke pengurus MWC setelah selesai ketiga kegiatan tersebut.

MATERI BAHTSUL MASAIL DINIYAH

Sabtu, 31 Agustus  2013

  1. Kadang sering terjadi di media atau administrasi pencantuman nama seorang perempuan dengan menisbahkan kepada nama suaminya bukan kepada walinya, Seperti : Anita Hapsari Gunawan. Bagaimana pandangan syar’i tentang hukum penisbahan tersebut ?
  2. Pada Akhir bulan Ramadhan Musholla / Masjid “ A “  membentuk Badan Amil Zakat( BAZ ). Setelah beras terkumpul dan dibagikan kepada Mustahiq ternyata ada sisa kemudian sisa beras tersebut diuangkan oleh Amiliin dan disepakati  uang tersebut dijadikan kas untuk membantu meningkatkan perekonomian warga setempat yang kurang mampu dalam bentuk pinjaman modal tanpa bunga.Bagaimana pandangan hukum Islam terkait hal ini. ?

Tinggalkan komentar

Filed under Bahtsul Masail, Berita, Info, Kabupaten Karawang, Kendaraan operasional, Masail Diniyah, NU, PCNU Karawang, Serba-serbi

Undangan Bahtsul Masail Diniyah 08, April 2013

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Kepada seluruh Pengurus Cabang, MWC, Ranting NU, Lembaga, Lajnah, Banom, Pimpinan Pondok Pesantren serta segenap jama’ah Nahdliyyin dimohon kehadirannya pada:

  • Hari/tanggal: Sabtu, 16 Jumadil Akhir 1434 H/ 27                           April  2013 M
  • Waktu             : pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Tempat           : Kantor PCNU Kabupaten Karawang,  Jl.Dewi Sartika No.43 Karawang
  • Acara               : Bahtsul Masail (Materi/masail terlampir)

Mengingat pentingnya acara tersebut di atas, dimohon hadir tepat waktu.

Wallaahulmuwaffiq ilaa aqwamith tharieq
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

MASAIL :

1. a. Bagaimana bila masjid qiblatnya kurang beberapa derajat ?

b. DKM sudah diberi tahu tetapi tidak mengindahkan, seraya berpendapat: “Qiblat di Indonesia cukup ke arah barat”. Bagaimana menurut fiqih ?

2. a. Bolehkah membangun gedung untuk ibadah 5 agama ?

b. Bagaimana hukum melaksanakan shalat Jum’at dan lain-lain di gedung tersbut ?

3. Di suatu daerah ada pelaksanaan Pilkades dengan jumlah kandidat 4 orang dan masing-masing kandidat mengutus Team Sukses dengan berbagai cara diantaranya membujuk warga dengan memberi uang agar memilih kandidatnya. Ternyata timbul 4 sikap warga: 1) abstain, 2) coblos semua kandidat, 3) coblos kandidat yang memberi uang lebih banyak, 4) coblos yang tidak memberi uang.

a. Bagaimana sikap kita menerima atau menolak pemberian uang (menolak rejeki)  ?

b. Bagaimana sikap kita setelah diberi uang tersebut mengikuti kelompok pertama, kedua, ketiga dan keempat ?

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Tinggalkan komentar

Filed under Bahtsul Masail, Berita, Kabupaten Karawang, Maklumat, Masail Diniyah, NU, PCNU Karawang

Undangan Bahtsul Masail Diniyah 07, Maret 2013

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Kepada seluruh Pengurus Cabang, MWC, Ranting NU, Lembaga, Lajnah, Banom, Pimpinan Pondok Pesantren serta segenap jama’ah Nahdliyyin dimohon kehadirannya pada:

  • Hari/tanggal: Sabtu, 18 Jumadil Ula 1434 H / 30 Maret 2013 M
  • Waktu             : pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Tempat           : Kantor PCNU Kabupaten Karawang, Jl.Dewi Sartika No.43 Karawang
  • Acara               : Bahtsul Masail (Materi/masail terlampir)

Mengingat pentingnya acara tersebut di atas, dimohon hadir tepat waktu.

Wallaahulmuwaffiq ilaa aqwamith tharieq
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

MASAIL :

1. Ada dua saudara kandung (laki-laki dan perempuan) masuk Islam, lalu yang perempuan menikah dengan seorang muslim dengan wali saudara laki-lakinya.

  • Sahkah pernikahan tersebut ?

2. Bagaimana hukum meminta dan menyerahkan dam (denda) sebelum menunaikan badah haji ?

3. Bagaimana hukum menggunakan uang kas masjid untuk mengurus qurban, seperti membeli plastik, upah penyembelihan dan lain-lain ?

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Tinggalkan komentar

Filed under Bahtsul Masail, Berita, Info, Maklumat, Masail Diniyah, NU, PCNU Karawang

Undangan Bahtsul Masail Diniyah 06; Februari 2013

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Kepada seluruh Pengurus Cabang, MWC, Ranting NU, Lembaga, Lajnah, Banom, Pimpinan Pondok Pesantren serta segenap jama’ah Nahdliyyin dimohon kehadirannya pada:

  • Hari/tanggal: Sabtu, 12 Rabiul Akhir 1434 H / 23 Februari 2013 M
  • Waktu             : pukul 09.00 – 12.00 WIB
  • Tempat           : Kantor PCNU Kabupaten Karawang, Jl.Dewi Sartika No.43 Karawang
  • Acara               : Bahtsul Masail (Materi/masail terlampir)

Mengingat pentingnya acara tersebut di atas, dimohon hadir tepat waktu.

Wallaahulmuwaffiq ilaa aqwamith tharieq
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

MASAIL :

1. Akhir-akhir ini pencurian motor sudah sampai masjid-masjid khususnya hari jum’at.

  • a. Bolehkah DKM memerintahkan satpam tetap siaga meski harus meninggalkan sholat jum’at ?
  • b. Bila tidak boleh solusinya bagaimana menurut fiqih ?

2. Bagaimana hukumnya mentasarufkan hasil sawah wakaf yang diyakini pembelian sawah tersebut dari uang haram (korupsi) ?

3. Apa hukumnya menerima DP buat ceramah ?

  • a. Termasuk akad apa ?
  • b. Kalau tidak datang hukumnya bagaimana ?

Tinggalkan komentar

Filed under Bahtsul Masail, Berita, Info, Kabupaten Karawang, Maklumat, Masail Diniyah, NU, PCNU Karawang

Bahtsul Masail 03; Nopember 2012

Hari ini, Sabtu (10 Muharram 1434 H/24 Nopember 2012) Lembaga Bahtsul Masail PC NU Karawang menggelar agenda rutin bulanan Bahtsul Masail ke-3 pada masa kepengurusan 2012-2017.

Ada tiga masalah yang dibahas hari ini, yaitu:

  1. Bagaimana hukum aqiqah dengan kambing betina dan menjadi suguhan hajatan ?
  2. Apa hukum zakat padi dan fitrah dengan uang ?
  3. Batalkah puasanya orang yang diinfus ?

Acara yang dihadiri lebih dari 100 orang peserta baik dari jajaran PCNU Karawang, utusan MWC-MWC, utusan pengurus ranting dan Lembaga, Lajnah serta Banom di lingkungan PCNU Kabupaten Karawang terasa hidup dengan para pembahas dari utusan MWC-MWC, terutama cukup alot pada masalah yang kedua, karena pada dasarnya dalam madzhab Syafi’i tidak dibenarkan zakat fitrah dengan uang.

Hasil dari pembahasan hari ini akan dibawa ke tim pentashih (tim perumus) untuk menjadi produk bahtsul masail yang akan disebar luaskan ke jama’ah.

Tinggalkan komentar

Filed under Bahtsul Masail, Berita, Info, Kabupaten Karawang, Masail Diniyah, NU, PCNU Karawang

Qurban Dengan Uang

PCNU Kabupaten Karawang
Mengucapkan

Selamat Iedul Adha 1433 H

Jum’at, 26 Oktober 2012

Pernyataan bahwa agama itu mudah adalah benar, jika yang dimaksud bahwa agama pada prinsipnya tidak memberatkan umatnya. Agama menuntut ketaatan umatnya sesuai dengan kadar kemampuannya. Tetapi tidak dibenarkan bagi umatnya untuk mencari-cari kemudahan yang tidak disyariatkan oleh baginda Rasulullah SAW.

Dalam melaksanakan ibadah qurban, misalnya, jika ada sebagian masyarakat  yang beranggapan bahwa dengan dalih agama itu mudah lalu bagi mereka yang memiliki kecukupan uang dan “sulit mendapatkan” hewan qurban dapat melaksanakan qurban dengan cara membagikan uang senilai harga hewan qurban, jelas itu adalah anggapan yang salah.

Praktek seperti ini tidak sah sebagai kurban karena kurban adalah suatu bentuk ibadah yang dikhususkan dengan penyembelihan binatang ternak sebagaimana ditegaskan di dalam QS. Al-Hajj: 34

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ اْلأَنْعَامِ

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang telah dirizkikan oleh Allah kepada mereka …… ” (Al-Hajj: 34)

Berdasarkan ayat di atas, ulama Hanafiyyah, Malikiyyah, Syafi’iyyah, dan Hanabilah menyatakan, bahwa kurban adalah ibadah yang esensinya adalah iraqah ad-dam (penyembelihan) yang berarti tidak boleh digantikan dengan benda lain termasuk dalam bentuk uang. Bahkan Ulama’ Hanafiyyah yang membolehkan membayar zakat dalam bentuk uang, ternyata secara tegas tidak membolehkannya untuk kurban.

Dalam hal ini, Muhammad ibn Abi Sahl As-Sarkhasiy (Wafat 490 H.) di dalam Al-Mabsuth; juz II, h.157 menyatakan, bahwa zakat bagi para mustahiq berdimensi kemaslahatan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga bolehlah diberikan berupa harganya. Sedangkan kurban adalah suatu ibadah dalam bentuk penyembelihan. Sehingga seandainya setelah dilakukan penyembelihan dan sebelum dibagikan, ternyata hewan qurban itu hilang atau dicuri orang misalnya, tetaplah ibadah kurban itu sah (qurbannya diterima) dan tidak ada sedikitpun kewajiban yang dibebankan kepada orang yang berkurban tersebut.

Lebih jauh ia menyatakan, bahwa penyembelihan kurban itu tidak dapat diukur dengan harga, dan mengandung makna atau esensi yang tidak dapat digambarkan kemuliaannya.

Wallahu a’lam.

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-

Tinggalkan komentar

Filed under Ibadah, Kabupaten Karawang, Masail Diniyah, PCNU Karawang