Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ahlan wa sahlan wa marhaban, selamat bergabung di situs PCNU Kabupaten Karawang. Semoga kita mendapatkan banyak manfaat di dalamnya!

Kirimkan berita, dokumentasi kegiatan, artikel dan sebagainya untuk dimuat dalam blog ini melalui * Email: pcnukarawang@gmail.com

Iklan

3 Komentar

Filed under Info, Maklumat

Tradisi Pesantren; Akar Nasionalime Indonesia

يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن

حُبُّ الْوَطَن مِنَ الْإِيْمَان

وَلَا تَكُنْ مِنَ الْحِرْمَان

اِنْهَضُوْا أَهْلَ الْوَطَن

إِنْدُونَيْسيَا بِيْلَادِيْ

أَنْتَ عُنْوَانُ الْفَخَامَا

كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْمَا

طَامِحًا يَلْقَ حِمَامَا

“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa dibawah dulimu!”

Rangkaian syair di atas adalah lagu yang diciptakan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1934. Sekitar delapan tahun setelah beliau bersama Hadratusy Syekh KHM. Hasyim Asy’ari tokoh pesantren lainnya mendirikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama, tahun 1926.

Menurut KH Yahya Cholil Staquf dalam tulisan beliau “Yaa Lal Wathan, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah” di NU Online (Ahad, 17/8/2014), Kiai Maimoen Zubair meriwayatkan bahwa ketika beliau mondok di Tambak Beras dan belajar di sekolah “Syubbaanul Wathan” disana, setiap hari sebelum masuk kelas murid-murid diwajibkan menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Kiai Wahab Hasbullah tersebut. Baca selengkapnya….

Tinggalkan komentar

Filed under NU, Opini, PBNU, PCNU Karawang, Tokoh NU, Uncategorized

Silaturahmi Akbar PCNU Karawang

Background Silaturahmi Akbar

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Karawang hari ini, Minggu (23/3/2014) menggelar acara Silaturahmi Akbar dengan tema “Menuju Pemilu Damai Untuk Melahirkan Wakil Rakyat dan Pemimpin Bangsa Yang Amanah”.

Acara yang dirangkaikan dengan pelantikkan Pimpinan Cabang IPPNU dan PC Fatayat NU Kabupaten Karawang ini dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Jawa Barat, Dr.H. Eman Suryaman, Wakil Ketua PWNU Jabar, Drs.H. Ardani Ahmad segenap jajaran PCNU Karawang baik Mustasyar, Syuriah, Tanfidziyah, Lembaga, Lajnah dan Badan Otonon di lingkungan PCNU Karawang juga para pengurus MWC dari 30 Kecamatan di Kabupaten Karawang serta para Pengurus Rantingnya.

Dr.H. Eman SuryamanDalam sambutannya, Ketua PWNU Jawa Barat yang juga merupakan calon anggota DPD RI dari PWNU Jabar menyatakan bahwa saat ini banyak faham-faham baru yang ingin merongrong keutuhan NKRI yang kita bangun. Sebagaimana kita ketahui bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Meski pemerintah kolonial Belanda maupun Jepang dengan berbagai cara menekan bahkan melarang aktivitas pondok pesantren, tetapi dengan gigih dan keikhlasan para kiai terus berjuang mendidik anak-anak bangsa yang kemudian tidak sedikit menjadi tokoh bangsa baik pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, pra kemerdekaan maupun setelah merderka hingga saat ini.

Sebagai contoh, salah satu keputusan Muktamar di Banjarmasin adalah tuntutan agar di Nusantara segera terbentuk negara Darussalam, negara yang memberi kedamaian dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya. Negara yang mampu melindungi segenap warganya yang terdiri dari ratusan suku bangsa dan bahasa dalam satu kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika.

Namun mereka (para pembawa faham baru) dengan seenaknya ingin merubah tatanan yang telah menjadi konsensus bersama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu Nahdlatul Ulama harus berada di garda terdepan dalam melawan faham merka.

Sebagaimana amanah dari Ketua Umum PBNU bahwa perjuangan harus dilakukan bersama-sama mulai dari tingkatan kepengurusan yang paling bawah, ranting dan anak rantingnya hingga tingkatan kepengurusan yang paling tinggi, PBNU. Mari kita rapatkan barisan untuk berjuang bersama-sama dalam wadah Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Karawang, KH. Hasan Nuri Hidayatullah menyatakan bahwa Yahudi telah berhasil mengkampanyekan dikotomi ilmu menjadi ilmu agama dan ilmu umum. Seolah-olah yang akan mendapat pahala hanyalah mereka yang mempelajari ilmu agama, sedangkan yang mempelajari ilmu umum tidak akan dapat pahala. Padahal islam tidak pernah mengajarkan dikotomi dalam ilmu. Semua ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum (matematika, ipa, kedokteran dan lain-lain) semuanya berasal dari Al-Qur’an yang Allah ajarkan melalui baginda Nabi Muhammad SAW. Berbuah pahala atau tidak dalam belajar ilmu bukan karena ilmu agama atau ilmu umum melainkan karena niat.

Kita suka menganggap politik itu kotor, padahal Imam Ghazali mengatakan bahwa agama dan siyasah (politik) itu ibarat saudara kembar. Politik tanpa agama akan rusak dan kotor, sementara perjuangan agama tanpa politik akan berjalan lamban. Kita belajar dari apa yang Rasulullah SAW lakukan di Makkah, beliau berdakwah dor to dor (tanpa siyasah) selama 13 tahun sangat jauh berbeda hasilnya dengan apa yang beliau lakukan di Madinah yang hanya dalam 7 tahun mampu mengislamkan penduduk Makkah bahkan sampai ke Mesir, Roma, Syam dan lain-lain.

Oleh karenanya, untuk melahirkan pemimpin yang baik menjadi kewajiban bagi warga Nahdliyin ikut andil dalam memilih pemimpin. Dengan kata lain, HARAM bagi warga NU menjadi GOLPUT.

1 Komentar

Filed under Berita, Fatayat NU, Info, IPPNU, Kabupaten Karawang, NU, PCNU Karawang

Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh Wafat

A’dhomallahu Ajrokum wa Ahsana ázakum fi Wafati KH. Sahal Mahfudz wa Jaálal Jannata Matswahu wa Yarzuquhu Syafaáta Rasulillaah Yaumal Qiyamah ……..

Diintruksikan kepada Para Pengurus, Tokoh NU dan Nahdliyin di lingkungan PCNU Kabupaten Karawang berkenan melaksanakan Sholat Ghaib (al Faqir Rois PCNU Karawang)

Jakarta, NU Online
Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh yang lazim disapa Mbah Sahal, wafat pada Jum’at, (24/1) dini hari pukul 01.05 WIB. Mbah Sahal yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) wafat di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah.

Demikian dinyatakan sekretaris pribadi Kiai Sahal, Muhammad Najib kepada NU Online per telepon, Jumat (24/1) dini hari.

“Kiai Sahal rencananya dimakamkan di Kajen pada Jumat (24/1) pagi. Paling cepat pukul 09.00 WIB,” terangnya.

Baca selengkapnya ………

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Info, Maklumat, NU, PBNU, Tokoh NU

PCNU Karawang Kunjungi Korban Banjir

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Peringati Hari Jadi Ke-380; Karawang Bersolawat

Sabtu malam Minggu (9/11/2013) langit Karawang dipenuhi gemuruh shalawat ribuan warga yang memadati lapang Karangpawitan.

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Info, Kabupaten Karawang, PCNU Karawang, Serba-serbi

Lailatul Ijtima 02; Harus Bangga Jadi Orang NU

Lailatul Ijtima’ ke-2 PCNU Kabupaten Karawang masa khidmat 2012-2017, Kamis (31/10/2013) di Komplek Yayasan Pendidikan Islam Nahdlatul Ulama (YAPINU) Jl.Kertabumi no.42 Karawang selain dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU beserta pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom (Banom), pengurus MWC, Ranting, Anak Ranting serta jamaah kaum Nahdliyin juga dihadiri Bupati Karawang bapak Drs. H. Ase Swara.

Dalam taushiyahnya, KH. Musthofa Aqil Siradj mengatakan bahwa kaum Nahdliyin harus merasa bangga menjadi orang NU karena NU dengan faham Ahlussunnah wal Jamaahnya senantiasa mengedepankan ahlakul karimah di samping penguasaan dan pengamalan aqidah dan syariah dalam seluruh sendi kehidupan warganya, sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW.

Sebagai contoh, bagaimana kiprah para Ulama NU dahulu berjuang keras menanamkan semangat Cinta Tanah Air melalui fatwa haram meniru-niru pakaian kaum penjajah sampai ikut andil dalam merumuskan bentuk negara, merumuskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai Dasar negara. Bahkan bagaimana gigihnya para kiai dan santri NU berjuang keras menghalau pasukan Inggris dan NICA di Surabaya yang ingin kembali menjajah Indonesia yang dikenal sebagai Perang 10 Nopember sampai penumpasan PKI.

Namun setelah negara aman dan mampu melaksanakan pembangunan, para kiai dipinggirkan dan NU dimarginalkan bahkan dalam buku-buku sejarah yang diajarkan di sekolahpun sama sekali tidak tercatat perjuangan NU dan para kiainya tersebut. Tetapi NU dan para kiai tetap konsisten membela dan mempertahankan NKRI sampai sekarang bahkan sampai kapanpun.

“Kenapa perjuangan kiai tidak dicatat dalam sejarah ?”, tanyanya. “Karena pemerintah takut rakyatnya ikut kiai !”

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Karawang, Lailatul Ijtima', NU, PCNU Karawang, Sejarah

Undangan Lailatul Ijtima 02

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Kepada seluruh jajaran pengurus PCNU, Pimpinan Lembaga, Lajnah, Banom, MWC, Ranting NU serta warga Nahdliyin Kabupaten Karawang dimohon kehadirannya pada acara LAULATUL IJTIMA PCNU Karawang ke-2 yang akan dilaksanakan pada :

  • Hari : Kamis malam Jum’at
  • Tgl   : 27 Dzulhijah 1434 H / 31 Oktober 2013
  • Pkl   : 19.30 – selesai
  • Tempat : Komplek YAPINU, jl. Kertabumi no.42 Karawang
  • Taushiyah: KH. MUSTHOFA AQIL SIRAJ (Ponpes Kempek Cirebon/Katib Syuriyah PBNU Jakarta).

Wallahulmuwafiq ilaa aqwamith thoriq

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

====================================================

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Info, Kabupaten Karawang, Maklumat, NU, PCNU Karawang